-->

Iklan Atas Artikel

Abacus Alat Hitung Penemuan Manusia


Ketika manusia dilahirkan ke dunia ini, manusia mempunyai bakat yang berbeda-beda, dan dapat melakukan berbagai macam aktivitas yang berhubungan dengan pemikiran yang abstrak. Agar dapat berfungsi secara konseptual, penemuan alat-alat seperti dari batu, sistem roda, yang memberikan kemampuan pada manusia untuk mengatasi masalah yang berada di lingkungannya.

Abacus Alat Hitung Penemuan Manusia

Manusia dari ribuan tahun lalu memang sudah memahami konsep dasar dan cara menghitung sederhana, bahkan manusia telah memahami ilmu matematika, yang diwariskan kepada anak cucunya sehingga sampai sekarang jadilah bidan ilmu yang sangat kompleks.

Walaupun nenek moyang kita membutuhkan waktu yang sangat lama dalam penguasaan metode perhitungan, hal itu ditunjukan dengan adanya bukti alat perhitungan pada masa lalu yang disebut Abacus, hal ini adalah bukti bahwa nenek moyang kita bisa berkembang dengan baik dari berbagai kondisi pada saat itu.

Sempoa atau Abacus merupakan alat yang digunakan untuk menghitung pertama kali ciptaan manusia, bahkan digunakan tanpa bantuan mesin. Alat hitung Abacus atau sempoa merupakan alat buatan manusia paling tua, selain roda dan senjata. Menurut hasil penelitian Abacus berasal dari Mesopotamia yang dibuat kurang lebih 3000 SM.

Alat hitung tersebut dibuat dari papan kemudian ditutupi dengan pasir. Untuk cara menggunakannya hanya menuliskan macam-macam tanda di atas pasir dengan memakai jari atau kayu.

Seiring berkembangnya zaman, alat hitung yang terbuat dari pasir tersebut memperoleh bentuk yang mirip dengan sempoa pad abad 20, yang terbuat dari manik-manik dan kawat, yang diciptakan di Mesir pada 500 SM.

Tak hanya daerah Mesir, Abacus juga ditemukan di berbagai wilayah seperti India, Yunani, yang bentuknya hampir sama dengan Abacus di Mesir, bahkan China mengenal Abacus sekitar tahun 190 M, yang digunakan sampai sekarang.

China membuat Abacus dengan berbahan 10 buah kawat, dan tujuh manik-manik di setiap kawatnya yang mewakili satuan angka. Dalam satu set manik-manik mewakili satu, sedangkan untuk set yang lain mewakili masing-masing lima.

Hebatnya lagi Abacus digunakan tidak hanya untuk pengurangan dan penambahan, tetapi bisa digunakan juga untuk pembagian dan perkalian. Ternyata Abacus pernah digunakan oleh seorang ahli untuk mengerjakan soal perhitungan, dan hasilnya sama cepat dengan kalkulator yang digunakan saat ini.

LihatTutupKomentar

Iklan Tengah Artikel 2