-->

Iklan Atas Artikel

5 Dampak Buruk Terlalu Sering Mengganti Template Blog

Hallo sahabat blogger, menjadi blogger merupakan kepuasan tersendiri dan menyenangkan, apalagi Anda yang ingin mendalami dan memahami seluk beluk dari blog. Banyak sekali yang memutuskan menjadi seorang blogger dari berbagai kalangan. Seperti yang kita ketahui jumlah blogger setiap hari bertambah banyak, hal ini karena mereka menyadari akan manfaat yang didapat ketika menjadi seorang blogger, ada yang menjadikan blogger sebagai bahan informasi, atau sekedar mendapatkan penghasilan dari Google AdSense.

Aktivitas seorang blogger setiap harinya memang berbeda-beda, ada yang fokus terhadap teknik SEO, update artikel setiap hari, promosi Blog untuk menarik visitor, blogwalking, dan sebagainya. Tetapi sangat disayangkan aktivitas tersebut kadang mengabaikan aktivitas utamanya yaitu menulis konten yang bermutu.

Menjalankan aktivitas blogger setiap hari terkadang sangat melelahkan dan membosankan, bekerja dengan laptop dan mencari ide-ide baru merupakan hal yang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang tidak singkat, terkadang seorang blogger terlalu sibuk dengan mengotak-atik template yang dipakainya.

Apakah Anda sering mengganti template setiap waktu? ini merupakan cerita dari pengalaman umum  dari blogger pemula. Bisa saja faktor tidak enak dipandang atau iri ketika melihat template orang lain yang lebih bagus. 

Tetapi perlu diingat ya! terlalu sering mengganti template itu sebenarnya akan memberikan efek buruk terhadap blog. Anda harus bisa memastikan ketika memulai membuat artikel baru template sudah disiapkan dengan matang, jika tidak ada beberapa efek buruk yang akan dialami apabila terlalu sering mengganti template.

5 Dampak Buruk Terlalu Sering Mengganti Template Blog

1. Visitor atau Traffic Blog Menurun

Jangan anggap sepele ketika Anda sering mengganti template, biasanya pengunjung akan malas mengunjungi blog, karena melihat template yang berantakan, hal ini yang menyebabkan bounce rate. Biasanya setelah Anda mengganti template, butuh waktu lama untuk menata kembali, seperti warna, font, layout, dan lain-lain. Pengunjung yang awalnya mencari informasi penting dari blog, malah meninggalkan dan mencari informasi dari blog lain. Selanjutnya setelah mengganti template akan mempengaruhi mesin perayap Google untuk memahami struktur kode baru dan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

2. Blog Tidak Profesional

Mengganti template terlalu sering akan mengundang asumsi para pengunjung bahwa blog tersebut berantakan dan terkesan tidak profesional. Blog yang terlihat menarik dan bisa memberikan informasi yang tepat akan mendatangkan visitor banyak daripada blog yang kurang menarik dan berantakan. Setiap blogger mempunyai tampilan template yang berbeda, hal ini menjadi faktor untuk menguatkan terhadap karakteristik blog. Penggunaan template yang sederhana serta konsisten menjadi penilaian khusus, karena kebanyakan pengunjung mendatangi blog yang bisa memperlakukan blog secara konsisten baik materi maupun tampilan.

3. Membuang banyak waktu

Efek buruk selanjutnya adalah Anda hanya meluangkan banyak waktu untuk mengganti template, HTML, widget, dan lain-lain sehingga kehilangan waktu produktivitas untuk membuat konten. Ada hal lain yang lebih bermanfaat Anda bisa mengoptimalkan artikel-artikel dengan membagikan di media sosial, optimasi blog dan meningkatkan pengunjung.

4. Memengaruhi SEO

Secara tidak langsung setelah ganti template Google akan bekerja berulang kali, Google membutuhkan waktu lebih lama untuk merayapi template yang sudah diganti. Setidaknya membutuhkan waktu 1 minggu untuk mencocokan struktur kode yang baru. Sebaiknya Anda mengoptimalkan template yang sudah ada.

5. Blog Berantakan

Akibat mengganti template terlalu sering berikutnya adalah Anda harus banyak mengulang lagi dalam menyusun script template, untuk blogger pemula tentunya hal ini akan sangat membingungkan. Pengeditan script, pengaturan untuk mengurangi dan menambah widget baru akan menguras banyak waktu. Ketidakteraturan ini mempengaruhi struktur kode yang sudah dibuat, masih mending jika Anda membackup htmlnya, tetapi untuk mengulang dari awal sangat tidak efektif. Kembali lagi pada permasalah awal visitor akan merasa kehilang moment dan karakteristik blog Anda

Itulah efek buruk dari terlalu sering mengganti template, kesimpulannya adalah Anda harus mengoptimalkan template yang sudah ada. Sedikitnya Anda harus mempelajari koding sederhana, karena setiap template mempunyai masalah yang berbeda. Jadilah blogger yang mempunyai karakter dan lambat laun visitor akan berdatangan dengan sendirinya.



LihatTutupKomentar

Iklan Tengah Artikel 2