-->

Iklan Atas Artikel

Padamnya Api Abadi Mrapen

Padamnya Api Abadi Mrapen - Api Abadi Mrapen yang terdapat di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah kini padam untuk pertama kalinya. Hal ini mengundang perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan penelitian dan kajian terhadap penyebab padamnya gas pada Api Abadi Mrapen tersebut.

Padamnya Api Abadi Mrapen


David Diyanto selaku penjaga mengatakan api yang berwarna biru yang selalu menyala melalui lubang pipa di titik sumber Api Abadi Mrapen secara perlahan kian mengecil sejak seminggu yang lalu hingga tidak muncul lagi pada tanggal 25 September 2020 lalu. Sangat disayangkan Api biru yang melegenda tersebut kini tidak menyala lagi ke permukaan bumi.

Pada awalnya api biru tersebut menyala hingga 25 sentimeter dari mulut pipa, petugas yang berada di Api Abadi Mrapen kemudian berusaha untuk membongkarnya. Aroma gas serta suara yang berada di dalam tanah masih terdengar, tetapi ketika disulut api biru yang terkenal tersebut padam tak seperti dulu lagi.

Petugas Api Abadi Mrapen sempat membiarkan terlebih dahulu selama lima hari. Namun, tanda-tanda kemunculan api benar-benar tidak nampak. Akhirnya petugas tersebut memberikan laporan kepada pemerintah setempat.

David mengatakan bahwa Api Abadi Mrapen sempat terpantau dan tidak stabil karena ada pengeboran sumur sedalam 150 meter tanggal 12 September 2020 lalu, pengeboran dilakukan sedalam 30 meter untuk mencari sumber mata air, kemudian menyemburkan air bercampur gas dan akhirnya harus dihentikan. Sebenarnya kejadian tersebut, banyak warga sekitar yang sudah membuat sumur bor, namun bukan air yang keluar, tetapi air yang bercampur gas.

Data yang diperoleh dari pengelola Api Abadi Mrapen, api yang sempat menyala sebelumnya terjadi karena pasokan gas yang keluar secara alami dari perut bumi yang tidak pernah padam. Namun, pada tahun 1996 intensitasnya semakin berkurang. Pada saat itu masih bisa diselamatkan karena masih ditemukan sumber gas baru dengan kandungan yang banyak berjarak sekitar 75 cm dari gas lama.

Kepala Seksi Energi Cabang ESDM Jateng Kendeng Selatan mengatakan, ESDM Jateng telah mendatangkan ahli geologi untuk meneliti lebih lanjut penyebab padamnya Api Abadi Mrapen. Segala usaha untuk menyelamatkan situs api Abadi Mrapen masih dilakukan seoptimal mungkin. Dari penelitian yang dilakukan sementara diperkirakan penyebab padamnya Api Abadi Mrapen disebabkan kurangnya gas metana (CH4) yang merupakan bahan bakar Api Abadi Mrapen tersebut.

LihatTutupKomentar

Iklan Tengah Artikel 2